Tak hanya dikenal karena wisata alamnya, kota Malang juga terkenal memiliki banyak nilai historis. Terbukti banyak tempat bersejarah yang dijadikan obyek wisata di kota ini. Bahkan terdapat bangunan yang menjadi cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI). Penasaran? Berkunjunglah ke Monumen Melati di kawasan Ijen Boulevard.

monumen-melati

Monumen Melati Kadet Suropati flickr

Monumen Melati atau Monumen Kadet Suropati berada tepat di poros Jalan Ijen Malang atau di depan Museum Brawijaya. Monumen ini merupakan bentuk penghargaan terhadap sekolah darurat di awal pembentukan Tentara Keamanan Rakyat di daerah. Selain itu juga sebagai wujud penghormatan untuk mengenang seluruh pendiri, tenaga pendidik dan senior-senior di TNI. Bunga melati berwarna coklat yang menjadi ciri khas bangunan ini merupakan penghargaan dan apresiasi atas terbentuknya Sekolah Tentara Keamanan Rakyat (TKR), cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang sekarang.

Monumen Melati diresmikan pada tanggal 17 Desember 1982 oleh KASAD Jend. TNI Poniman. Monumen itu berbentuk dua buah pilar utama setinggi 7 meter yang melambangkan dua brigade yang ada di sana. Pada puncaknya terdapat sebuah kelopak melati terbuat dari perunggu berhelai 11, melambangkan bulan lahirnya Sekolah Kadet Suropati. Gambar ‘Hongaarse Krul’ pada pilar utama melambangkan badge yang dulu dipakai oleh siswa didik Sekolah Kadet Suropati.

Asal usul dibangunnya monumen ini berawal dari Sekolah Tentara Divisi VIII Suropati yang memiliki simbol melati. Sekolah yang juga dikenal dengan nama Sekolah Kadet Malang ini digagas oleh Kepala Staf Operasi Divisi VIII, Mayor Mutakad Hurip, sebelum meletus pertempuran 10 November 1945. Sedangkan pembukaan Sekolah Kadet tersebut diumumkan oleh Mayor Jenderal Imam Sujai selaku Komandan Divisi VIII pada awal bulan November 1945. Direktur pertama Sekolah Kadet ini adalah Mayor Moetakat. Yang menarik, di Sekolah Kadet Malang inilah timbul istilah ‘Perwira’ sebagai pengganti ‘Opsir’ dan ‘Taruna’ sebagai pengganti ‘Kadet’. Selanjutnya istilah ini diakui secara nasional. Dengan demikian, monumen ini merupakan salah satu saksi bisu sekaligus simbol perjalanan militer di Indonesia, khususnya TNI.

monumen-melati

Monumen Melati wikimapia

Untuk menuju museum ini cukup mudah. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika naik angkutan umum dari Stasiun Kota Baru bisa naik angkot dengan kode ADL atau AL ke Jalan Ijen. Anda dapat langsung turun di monumen yang berada tepat di depan Museum Brawijaya yakni di Jl. Ijen No. 25A.

Jangan lupa mampir ke Museum Brawijaya yang terletak di depan monumen ini. Sempatkan pula menyambangi Monumen Juang 45, Monumen Chairil Anwar, Museum Tempoe Doeloe, dan tempat sejarah lainnya. Anda bisa menginap di Santika Premiere Malang Hotel, The Graha Cakra, atau  Gajahmada Graha Hotel selama berada di kota Malang.

Peta lokasi. View larger map.

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 11 Februari 2015.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , ,