Tak hanya kaya wisata alam, kota Malang juga menyimpan potensi wisata sejarah yang sayang untuk dilewatkan. Selain candi dan museum, beberapa obyek wisata sejarah bisa kita temui di kota apel ini. Salah satu tempat yang cukup menarik dan unik untuk dikunjungi yaitu Kelenteng Eng An Kiong.

Foto: www.matabuderfly.blogspot.com

Foto: www.matabuderfly.blogspot.com

Berada di tengah kota tepatnya di Jalan R.E. Martadinata 1 Malang, lokasi Kelenteng Eng An Kiong sangat strategis. Bangunan yang merupakan kelenteng Tri Dharma ini dipergunakan sebagai tempat ibadah bagi penganut agama Ji (Khonghucu), Too (Tao), dan Sik (Buddha). Eng An Kiong -yang merupakan sebutan suci bagi kelenteng ini- dapat diartikan sebagai Istana Keselamatan dalam Keabadian Tuhan. Konon, Kelenteng Eng An Kiong dibangun pada tahun 1825 (2564 tahun Imlek) atas prakarsa dari Liutenant Kwee Sam Hway (Yauw Ting Kong). Ia adalah keturunan ketujuh dari seorang jenderal di masa Dinasti Ming (1368-1644) di Tiongkok.

Awalnya, kelenteng ini hanya berfungsi sebagai tempat ibadah utama saja. Namun, kelenteng tersebut terus berkembang hingga saat ini luas bangunan mencapai sekitar 5.000 m². Kelenteng ini memiliki arsitektur bangunan yang menarik karena mirip dengan bentuk bangunan kelenteng yang ada di China. Bangunan kelenteng mempunyai banyak ukir-ukiran dan lukisan yang memiliki nilai seni tinggi serta makna yang mendalam. Selain bangunannya yang luas, kelenteng ini juga memiliki halaman yang cukup luas bila dibandingkan dengan kelenteng lain di sejumlah kota di Indonesia.

Foto: www.caderabdul.files.wordpress.com

Foto: www.caderabdul.files.wordpress.com

Kelenteng ini memiliki 99 rupang atau kiem siem (patung dewa-dewi) di seluruh ruangan. Tak hanya itu, selain altar utama untuk Kongco Hok Tik Cing Sien, di Kelenteng Eng An Kiong juga terdapat 10 ruang lainnya. Dua ruang di belakang Altar Pusat yaitu ruang Kwan Im dan 18 Lou Han terletak di belakang tengah. Di seberang depan ruang Kwan Im terdapat Hwie Dwo Pusak. Ruang Milekhut berada di sebelah kanan ruang Kwan Im. Terdapat 4 ruang di sebelah kanan (kedudukan macan) yaitu ruang Buddha Gautama, Tay Sang Lau Cin, Kwan Kong, dan Tay Swie. Sedangkan di ruang kiri (kedudukan naga) juga terdiri dari 4 ruangan yaitu ruang Kong Hu Cu, Kong Tik Cun Ong, Jay Sen, dan Tie Jang Wang Pusak. Ruang belakang dibangun untuk altar Kwan Im, Wie Tho dan Cap Pwee Lo Han. Sedangkan bagian sayap kiri kanan terdapat altar Tee Cong Ong dan Kwan Kong. Di depan kelenteng terdapat halaman luas yang digunakan untuk pertunjukan Wayang Potehi. Sekarang halaman tersebut dipakai untuk menggelar wayang kulit setiap memperingati Hari Kemerdekaan 17 Agustus.

Foto: www.traveljournos.wordpress.com

Foto: www.traveljournos.wordpress.com

Kelenteng Eng An Kiong dipersembahkan untuk menghormati Kongco (yang mulia) Hok Tik Cing Sien (Beroleh Berkah dalam Kebajikan). Sedangkan berdirinya (sejit) kelenteng diperingati setiap tanggal 6 bulan 6 penanggalan Lunar (Khongcu–lik). Selain itu, seringkali diadakan berbagai macam upacara ritual yang sangat menarik di Kelenteng Eng An Kiong. Misalnya memperingati hari besar lainnya seperti hari kelahiran, kesempurnaan dan mangkatnya Dewi Kwan Im. Pengunjung bisa mengikuti ataupun menyaksikan keunikan tradisi kelenteng dan masyarakat Tionghoa pada saat upacara ritual tersebut diadakan. Oya, setiap hari Sabtu Kelenteng Eng An Kiong menggelar acara Cia Peng An atau makan gratis.

Lokasinya yang sangat strategis di Jl. Laksamana Martadinata No. 1 Malang membuat obyek wisata ini sangat mudah dijangkau. Letaknya juga berdekatan dengan Pasar Besar di kawasan Kota Lama Malang. Bis antar kota juga melewati jalan tepat di depan Kelenteng Eng An Kiong. Bila naik kendaraan pribadi Anda bisa langsung menuju ke Jl. R.E. Martadinata. Bila menggunakan angkutan kota, pengunjung bisa naik mikrolet berkode ABG dari Terminal Arjosari. Banyak wisatawan domestik maupun asing yang singgah ke Kelenteng Eng An Kiong. Pada hari Sabtu dan Minggu jumlah wisatawan selalu lebih ramai karena bersamaan dengan orang-orang yang hendak sembahyang.

Anda juga bisa mengunjungi obyek wisata sejarah menarik lainnya di Malang seperti Candi Singosari, Candi Jago, Museum Tempoe Doeloe, Museum Bentoel, Museum Brawijaya, wisata religi Gunung Kawi, dan lain-lain. Selama berada di Malang, wisatawan bisa singgah di Tugu Malang Hotel, Hotel Sahid Montana, Hotel Mutiara, Santika Premiere Malang Hotel, atau Gajahmada Graha Hotel.

Peta lokasi. View larger map

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 28 Oktober 2014.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.
 
Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , ,