Bagi penyuka sejarah, tentu tahu sosok Mpu Gandring yang cukup terkenal dalam sejarah kerajaan Singasari ini. Namun tahukah Anda bahwa ahli pembuat keris pada masanya itu memiliki jejak menarik di kota Malang. Ya, keris pusaka yang tak bisa dilepaskan dari sang mpu tersebut ternyata menyimpan kisah unik di kota apel. Adalah Sumber Biru dan Sumber Nagan, tempat sakral yang hingga kini memiliki aura magis terkait keris pusaka Mpu Gandring di masa lampau.

sumber biru

Sumber Biru Youtube

Sumber Biru dan Sumber Nagan merupakan sebuah situs bersejarah yang memiliki nilai historis tinggi. Nuansanya masih alami. Berkunjung ke sini, wisatawan akan merasa seolah-olah kembali ke masa kejayaan Kerajaan Singasari dan terhanyut serta larut dalam kisahnya. Letak kedua situs ini bersebelahan di tepi Sungai Klampok yaitu di Dusun Biru, Desa Gunungrejo, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang.

Sumber Biru memiliki panorama alam yang cukup indah. Pohon-pohon terlihat menghijau dan pantulannya menembus riak-riak air yang ada di dalamnya. Suasana lebih eksotis dengan adanya kicauan burung yang beraneka ragam. Konon menurut cerita, nama Dusun Biru -tempat kedua situs ini berada- berasal dari munculnya sebuah mata air yang mengeluarkan gumpalan-gumpalan air yang berwarna biru seperti tinta. Di sumber air inilah Mpu Gandring mensucikan keris hasil tempaannya. Penyucian senjata kerajaan sendiri harus melalui dua kali proses yaitu dengan direndam ke dalam mata air Banyu Biru yang disakralkan, kemudian disucikan ke petirtaan Sumber Nagan.

Mata air Sumber Nagan berada di sebuah lereng jurang kecil yang terletak di antara sawah dan ladang milik petani. Sumber Nagan dulunya merupakan mata air yang mengucurkan airnya dari bongkahan batu-batu besar yang dipahat menyerupai kepala sepasang naga raksasa. Namun pahatan kepala naga itu telah hilang sekitar tahun 1968. Pada jaman Kerajaan Singasari, tempat tersebut diyakini sebagai tempat pemandian Ken Dedes dan Ken Arok. Kesakralan petirtaan ini dipercaya warga sekitar terjadi pada saat malam Sabtu Kliwon. Warga setempat meyakini bahwa Ken Dedes akan mengunjungi tempat tersebut untuk mandi. Tak heran saat itu warga berbondong-bondong untuk ikut berdoa agar keinginannya dikabulkan. Bagi wisatawan yang tertarik dapat ikut berbaur dengan masyarakat pencari berkah tersebut.

sumber biru

Sumber Nagan memoarema

Tak jauh dari petirtaan Sumber Nagan, terdapat Kedungbiru atau Batarubuh yang terletak agak ke selatan. Di Kedungbiru ini terdapat dua sumber kecil, yaitu Sumber Kahuripan dan Sumber Biru yang airnya berbeda. Yang satu airnya bersih, sedangkan yang lain airnya putih seperti air gamping keluar dari bawah akar pohon ipik-ipik, sejenis pohon beringin. Anehnya, dua jenis air yang berbeda warna itu tidak saling mempengaruhi.

Konon pada jaman dahulu Sumber Biru merupakan tempat petilasan Mpu Gandring dan hingga kini masih banyak pusaka-pusaka yang masih terpendam di sana. Sumber air ini juga sering disebut Sumber Batarubuh (bata jatuh) sebab terdapat beberapa batu bata kuno berukuran 30 x 40 cm di sekitar area. Menariknya, setiap malam Jumat Legi, Sumber Biru diyakini warga setempat bisa berubah warna menjadi biru. Namun tak semua orang bisa menyaksikan fenomena tersebut. Sebab untuk melihat perubahan warna itu kita harus melakukan ritual terlebih dahulu untuk membersihkan hati dan pikiran.

Oya, Sumber Biru dan Sumber Nagan diyakini mempunyai air kahuripan (air kehidupan) yang mampu mengobati segala macam penyakit jasmani maupun rohani. Menurut juru kuncinya, sugesti itu telah banyak terbukti kebenarannya. Nilai historis yang tinggi serta mitos tersebut membuat dua sumber mata air ini sering didatangi banyak pengunjung. Tak hanya dari warga sekitar, tetapi juga wisatawan dari luar Malang. Bahkan beberapa mantan presiden dan sejumlah pejabat juga sering mendatangi kedua situs ini untuk melakukan beberapa ritual.

Lokasi Sumber Biru agak terpencil tetapi tidak jauh dari jalan raya menuju Dusun Kreweh, Desa Gunungrejo. Dari Candi Singosari hanya berjarak sekitar 1,5 kilometer ke arah barat laut dan dari Pasar Singosari berjarak sekitar 6-7 km. Untuk mencapai lokasi ini bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan pribadi atau ojek. Biaya naik ojek hanya Rp 5.000 sekali jalan. Setelah tiba di lokasi, pengunjung tidak bisa langsung menuju ke Sumber Biru. Anda harus berjalan kaki melalui pematang sawah. Keadaan jalannya menurun tetapi tidak terlalu jauh, hanya sekitar 150 meter dari tepi jalan.

Kunjungi pula obyek wisata sakral lainnya di Malang seperti Gunung Kawi, Petilasan Watu Gilang, Kompleks Makam Ki Ageng Gribig, Petirtaan Sumber Jeding, Sumber Jenon, dan lain-lain. Selama berada di kota apel, kita bisa singgah di Hotel Tugu Malang, Santika Premiere Malang Hotel, Hotel Trio Indah, atau Regent’s Park Hotel.

Peta lokasi. Lihat peta lebih besar

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 4 Maret 2015.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Incoming search terms:

  • petilasan empu gandring
  • makam mpu gandring
  • sumber nagan
  • sumber biru singosari
  • petilasan mpu gandring
  • pemandian andeman
  • kuburan mpu gandring
  • makam empu gandring
  • sumber biru
  • sumber nagan singosari

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , ,