Masjid sebagai tempat beribadah umat muslim memiliki banyak fungsi. Selain fungsi utama untuk beribadah, masjid bisa dijadikan tempat untuk mengaji, berdiskusi, tempat berkumpul  komunitas kaum muslim, bahkan bisa dijadikan tempat wisata religi. Anda tentu tahu masjid Ampel merupakan salah satu masjid tertua di Surabaya dan masjid tertua ketiga di Indonesia. Selain masjid Ampel, kota Pahlawan ini juga memiliki  beberapa masjid yang berumur cukup tua.

masjid-kemayoran-surabayaSalah satunya yaitu Masjid Kemayoran. Masjid yang terletak di jalan Indrapura Surabaya ini merupakan masjid yang memiliki 3 keunikan. Keunikan pertama yaitu termasuk salah satu masjid tertua setelah Masjid Ampel. Keunikan kedua, merupakan satu-satunya masjid yang dibangun oleh pemerintah Belanda. Keunikan ketiga yaitu merupakan masjid terbesar pertama di Surabaya sampai tahun 1905.

Masjid ini dulunya merupakan bagian dari kompleks alun-alun Surabaya, tepatnya di sebelah barat. Masjid Kemayoran dibangun pada tahun 1844-1848 berdasarkan karya arsitek J.W.B. Wardenaar (1786-1869) dengan gaya arsitektur Jawa kuno. Desain masjid ini memiliki bangunan utama sebagai tempat untuk beribadah dan dua menara yang berada di sisi kiri dan kanan. Ketinggian menara sekitar 70 kaki. Pada tahun 1850an menara di sisi kiri runtuh akibat disambar petir, sehingga saat ini masjid Kemayoran hanya memiliki satu menara.

masjid-kemayoran-tempo-duluMasyarakat Surabaya menamakan Masjid Kemayoran karena tanah yang dibangun masjid tersebut adalah bekas rumah seorang Mayor Angkatan Darat Belanda. Awal mula dibangunnya masjid ini berkaitan dengan konflik yang terjadi pada umat muslim di Surabaya pada jaman pemerintahan Belanda. Ketika itu, masjid di Surapringgo dan kompleks Monumen Tugu Pahlawan dirobohkan oleh pemerintah Belanda. Di tanah bekas masjid tersebut kemudian dibangun kantor peradilan. Dalam perlawanan menentang perobohan masjid ini seorang kiai bernama Badrun gugur. Untuk menghormatinya masyarakat menyebutnya dengan kiai sedo masjid dan jasadnya dikebumikan di sebelah lokasi masjid. Untuk meredakan perlawanan hebat umat Islam Surabaya tersebut, akhirnya pemerintah Belanda membangun Masjid Kemayoran.

Lapangan di depan masjid diberi nama Belanda Exercitieplein yang berarti ‘lapangan latihan militer’. Di dinding bagian dalam Masjid Kemayoran terdapat prasasti yang terbuat dari logam  bertuliskan huruf  Jawa dan tulisan berbahasa Jawa pada masa pemerintahan Bupati Temenggung Kromojoyo Dirono. Pada zaman perjuangan kemerdekaan, masjid tersebut merupakan Markas Pejuang Hizbullah, tepatnya di SMPN 2 Surabaya. Lokasi ini dulunya merupakan lahan milik yayasan masjid.

masjid-kemayoran-makam-kiai-sedo-masjidBangunan Masjid Kemayoran telah mengalami beberapa kali renovasi, baik berupa perluasan maupun pemugaran. Pada tahun 1848 dilaksanakan pemugaran dengan tetap pada bentuk aslinya yakni kubah kerucut seperti tampak pada relief di taman depan masjid. Tahun 1934 juga diadakan perluasan dan pemugaran masjid, tetapi kubahnya masih tetap berbentuk kerucut. Sementara pada 31 Januari 1961, diadakan perombakan dan pemugaran kubah masjid dengan bahan dari alumunium berbentuk setengah lingkaran bola. Tahun 1969, perluasan telah selesai –seperti yang terlihat sekarang– dan berpagar sepanjang jalan dari masjid sampai halaman sebelah timur. Sementara tahun 1985 diadakan pemugaran kubah dengan penggantian konstruksi dan pelapisan kubah dengan serat kaca (fiber glass) berwarna hijau. Pemugaran ini diikuti dengan renovasi interior ruang utama masjid.

Lalu, pada 12 Agustus 1995 diadakan peresmian pemugaran gapura (pintu gerbang) masjid Kemayoran Surabaya yang bentuk bangunannya disesuaikan dengan model eksterior pintu utama masjid sekarang (pintu dekat taman). Tanggal 26 Juli 1997 diresmikan Gedung Serba Guna Masjid Kemayoran Surabaya oleh gubernur Jawa Timur saat itu yakni HM. Basofi Sudirman. Sekarang masjid tersebut dikelola oleh Yayasan Takmirul Masjid  Kemayoran yang mempunyai sekolah dari TK, SD, SMP dan SMA. Keberadaan bangunan masjid dan yayasan sekolah tersebut terlihat sangat tua jika dibandingkan dengan masjid lainnya.

masjid-KemayoranUntuk menuju lokasi ini, dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum. Jika menggunakan kendaraan pribadi, dari pusat kota Surabaya, arahkan kendaraan Anda menuju Jl Indrapura 2 Krembangan Selatan, Krembangan. Lokasi masjid berada di depan kantor DPRD Jawa Timur). Bila menggunakan kendaraan umum, dari Terminal Bungurasih dapat naik bus kota jurusan Perak lalu turun langsung di depan Masjid Kemayoran. Atau pengunjung dapat naik bis jurusan C (arah Blauran) Stasiun Pasar Turi kemudian turun depan Masjid Kemayoran.

Wisata religi lainnya di kota Surabaya yang dapat Anda kunjungi antara lain Masjid Ampel, Masjid Al Akbar, Masjid Cheng-Ho, dan lain-lain. Jika Anda ingin beristirahat, bisa menginap di Hotel Bumi Surabaya, Twin Hotel, Sahid Surabaya, atau Hotel Bisanta Bidakara.

Peta lokasi. View larger map

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 23 Desember 2013.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • masjid kemayoran surabaya
  • masjid kemayoran
  • sejarah masjid kemayoran surabaya

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , ,