Di kalangan peziarah, makam Eyang Djoego dan Eyang RM Iman Soedjono yang ada di kompleks Gunung Kawi tentu sudah tak asing lagi. Namun tahukah Anda bahwa di sekitar kompleks makam tersebut juga ada beberapa tempat religius yang bisa dijadikan tujuan wisata. Ya, salah satunya adalah Sumber Urip dan Sumber Manggis.

gunung kawi

gunung kawi islamireligius.blogspot

Sumber Urip terletak tidak jauh dari Pesarean Gunung Kawi. Sekitar 500 meter dengan kontur berada di bawah arah timur dari pesarean. Sumber air ini di temukan oleh Raden Asin Nitiredjo pada tahun 1946. Konon, di tempat inilah Eyang RM Iman Soedjono maupun Eyang Jugo mandi setiap harinya. Sumber air yang mengalir sepanjang tahun itu berada dekat sungai kecil yang airnya jernih. Kini titik sumber air itu ditutup semen dan diberi penutup di atasnya.

Aliran air yang jernih di Sumber Urip selalu mengalir tak henti-hentinya. Tak heran jika sumber air ini banyak dimanfaatkan oleh penduduk setempat dan bahkan para peziarah yang datang berkunjung untuk mandi, minum atau sekedar mencuci muka. Bagi yang percaya, tempat ini memiliki berbagai macam kisah dan cerita sejarah yang menarik. Hal tersebut konon telah dialami dan dikisahkan oleh para peziarah serta juru kunci.

Peziarah yang datang ke area ini akan diantar oleh juru kunci memasuki sebuah ruangan kecil yang di dalamnya terdapat tempat penampungan air sumber. Di sini, pengunjung bisa membasuh muka, kaki, dan tangan. Selanjutnya kita akan diantar memasuki bangunan yang di dalamnya terdapat altar. Di altar tersebut peziarah dapat menaburkan bunga dan berdoa memohon apa yang menjadi keinginannya. Untuk memasuki kawasan ini dikenakan retribusi sebesar Rp 1.000 per orang.

pemandian di gunung kawi wisatanengalam.blogspotSedangkan di Pemandian Sumber Manggis udaranya sejuk khas pegunungan. Di kanan kirinya dikelilingi oleh pohon-pohon rindang. Sesekali kicauan burung terdengar merdu. Airnya jernih dan tak pernah kering meskipun pada musim kemarau. Konon, siapa saja yang mandi dan minum air di Sumber Manggis akan membuat orang tersebut awet muda.

Oya, keberadaan Pemandian Sumber Manggis ini tidak lepas dari peran Raden Mas Iman Soedjono, yang dikenal sebagai pendiri Desa Wonosari. Saat itu, RM Iman Soedjono yang memiliki keahlian dalam bidang tanam-menanam, berwudhu di suatu hutan yang akan dibuat perkampungan. Konon Raden Mas Iman Soedjono menanam biji manggis di atas mata air yang ia gunakan untuk mengambil air wudhu tersebut. Pohon manggis yang beliau tanam itupun segera tumbuh subur. Nah, keberadaan pohon itulah yang membuat sumber air ini dinamakan Sumber Manggis oleh masyarakat sekitar.

Untuk mencapai Pemandian Sumber Urip & Sumber Manggis, kita dapat melalui jalur menuju Gunung Kawi. Rutenya adalah Malang-Kepanjen-Gunung Kawi. Jika sudah sampai di kompleks Gunung Kawi, Anda dapat bertanya pada penjaga tentang keberadaan Pemandian Sumber Urip dan Sumber Manggis.

Sempatkan pula untuk ziarah ke makam Eyang Djoego di GunungĀ  Kawi. Bisa juga mengunjungi wisata religi lainnya seperti Petilasan Watu Gilang, Makam Ki Ageng Gribig, atau Pemandian Sumber Jenon. Selama berada di Malang wisatawan bisa menginap di Hotel Tugu Malang, Santika Premiere Malang Hotel, Hotel Trio Indah, atau Regent’s Park Hotel.

Peta lokasi. Lihat peta lebih besar

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 25 Maret 2015.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , ,