Wisata bahari atau melihat keindahan laut dan aneka biotanya dengan cara diving memang menyenangkan. Namun cara menikmati berbagai biota laut ini tak hanya bisa dilakukan dengan cara menyelam saja. Wisata ke museum zoologi pun tak kalah menyenangkan. Keberadaan museum seperti ini di Indonesia tidak banyak. Selain Museum Zoologi di Bogor, di Malang juga terdapat sebuah museum zoologi yang wajib Anda kunjungi. Ya, apalagi kalau bukan Museum Zoologi Frater Vianney.

foto: www.museumindonesia.com

foto: www.museumindonesia.com

Museum yang memiliki koleksi biota kelautan terlengkap di Indonesia ini memang kurang begitu populer, bahkan oleh masyarakat Malang sendiri. Museum Zoologi Frater Vianney berada dalam satu kompleks dengan Provinsialat Frater BHK (Bunda Hati Kudus), Novisiat Frater BHK, Kantor Pusat Yayasan Pendidikan Mardi Wiyata, dan makam Frater BHK. Tepatnya di Jl. Raya Karangwidoro 7 Karangbesuki, Dau, Kabupaten Malang.

Pembangunan Museum Vianney diprakarsai oleh Frater M Clemens BHK yang sekarang menjadi direktur museum ini. Dinamakan Museum Zoologi Frater Vianney karena sebagai penghormatan dan kenangan kepada gurunya, mendiang Frater Maria Vianney van Hoessel BHK. Ia adalah seorang biarawan berkebangsaan Belanda dari Kongregasi Frater Bunda Hati Kudus yang sudah bertugas di Indonesia sejak tahun 1960-an.

Beberapa tahun sebelum meninggal, Frater Vianney mendalami dunia kerang. Hobi ini kemudian dilanjutkan oleh Frater Clemens. Clemens berinisiatif agar koleksi kerang Vianney yang berada di Flores bisa dijadikan sumber belajar. Sejak tahun 1998 koleksi yang terpisah di Malang dan Flores berhasil dikumpulkan kembali kemudian mendapat tempat penyimpanan dan gedung yang memadai. Selama periode 1998-2000 ular dan kerang mulai dikoleksi dengan intensif. Akhirnya sejak 27 November 2004, museum zoologi ini resmi dibuka untuk umum. Museum ini sekaligus sebagai laboratorium atau sarana belajar para pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia, tidak hanya para murid sekolah-sekolah Frateran saja.

foto: www.pesonamalangraya.com

foto: www.pesonamalangraya.com

Memasuki gedung ini, Anda akan disambut dengan aula yang luas. Sebuah papan tergantung di pintu masuk bertuliskan “Museum Vianney, Koleksi Ular, Kerang-kerang Laut, dan sebagainya. Kolektor: F.R.M. Clemens, BHK. Laat Ons in God Verzinken Zonder de Wereld te Verlaten”, yang artinya ‘Hendaklah kita tenggelam dalam Tuhan tanpa meninggalkan dunia’. Di salah satu sudut ruang terdapat pusat informasi dan sekretariat. Oya, Museum Zoologi Frater Vianney BHK memiliki motto “Science Ad Laborem”, yang artinya ‘ilmu pengetahuan yang diabdikan pada masyarakat’. Dengan motto itu, tak heran jika museum ini menjadi pusat sumber belajar bagi seluruh elemen lapisan masyarakat.

Masuk lebih ke dalam, akan ditemukan berbagai etalase yang berisi beragam hewan yang telah diawetkan. Mulai dari kerang-kerangan, reptil, siput, amfibi, kepala rusa, burung-burung, harimau, serangga dan berbagai hewan laut. Koleksi museum zoologi meliputi lebih dari 12 ribu kerang yang terdiri dari cangkang siput, kerang, dan mollusca (hewan avertebrata bertubuh lunak) yang tersimpan rapi. Ribuan koleksi itu mencakup seluruh famili hewan mollusca yang terdiri dari 80 famili yang ada di Indonesia dan beberapa negara lain.

foto: www.museumindonesia.com

foto: www.museumindonesia.com

Bahkan terdapat jenis kerang langka dari Laut Flores, yakni Nautilus pumpilius dan ular berbisa Vipera russeli yang hanya bisa ditemukan di Pulau Flores. Dari kelas reptilian terdapat koleksi ular awetan basah meliputi ular weling, ular cincin mas, ular hijau serta iguana yang berasal dari Amerika Selatan. Ada pula singa (Panthera leo) yang telah diawetkan yang merupakan sumbangan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Koleksi yang ada di Museum Vianney merupakan gabungan dari koleksi almarhum Frater Vianney dan Clemens. Setiap jenis ditempatkan di wadahnya sendiri-sendiri. Agar memudahkan pengunjung, tiap wadah ditulis jenis kerang dalam bahasa Latin, tahun koleksi, dan asal penemuan. Ada 8 rak berukuran besar berada di dalam gedung berlantai dua itu.

Selain mengoleksi binatang yang diawetkan, museum ini juga memelihara binatang yang masih hidup. Koleksi hewan hidup tersebut antara lain burung kasuari, tikus putih, ular cobra, ular phyton, buaya, ular hijau, kura-kura, burung hantu, burung cenderawasih, dan musang. Saat ini Museum Vianney telah bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur dan menerima titipan hewan untuk dirawat.

Setiap tahun Museum Zoologi Frater Vianney dikunjungi ribuan pelajar dari tingkat TK hingga perguruan tinggi. Frater Clemens pun biasanya memandu sendiri para pengunjung tersebut. Bahkan, Frater Clemens mengajak anak-anak itu bermain-main dengan ular, tentunya ular yang tidak berbisa. Biasanya tempat ini akan ramai pengunjung pada bulan November.

foto: www.anneahira.com

foto: www.anneahira.com

Museum Vianney buka pada hari Senin–Sabtu pukul 08.00-12.00 dan 16.00-18.00 WIB. Tarif masuk ke museum ini berbeda-beda berdasarkan jenjang sekolah. Untuk pengunjung SD tiketnya sebesar Rp 10.000, SMP Rp 12.500, SMA Rp 15.000, dan mahasiswa (perguruan tinggi) sebesar Rp 20.000. Sedangkan untuk pengunjung keluarga, pengelola membebaskan berapapun yang ingin disumbangkan.

Akses untuk mencapai Museum Zoologi Frater Vianney tidak sulit. Berjarak sekitar 15 km ke arah barat dari kota Malang. Tinggal Anda arahkan kendaraan menuju Dau atau ikuti saja rute menuju Candi Badut. Sampai di pertigaan Dau, jaraknya sekitar 10 km lagi dan tidak terlalu jauh dari lokasi Candi Badut. Letaknya persis di tepi jalan Raya Karangwidoro 7, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Kompleks seluas 3,5 hektar ini dikelilingi berbagai jenis pepohonan yang begitu hijau dan asri.

Anda juga dapat mengunjungi tempat bersejarah lainnya di Malang seperti Museum Brawijaya, Museum Mpu Purwa, Museum Bentoel, Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Singosari. Selama di kota ini, Anda dapat beristirahat di Griyadi Montana Hotel, Santika Premiere Malang Hotel, Regent’s Park Hotel, atau The Graha Cakra.

Peta lokasi. View larger map

Informasi yang tertera dalam artikel di atas sesuai dengan kondisi pada 10 Mei 2014.

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian. Namun demikian, pemeliharaan website ini tidaklah murah. Apabila Anda memesan hotel, silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Harga yang tertera dalam artikel ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.


Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , , , , ,