De Begraafplaats Peneleh, demikian orang-orang Belanda pada masa kolonialisme di Indonesia menyebut salah satu area pemakaman di Surabaya masa itu. De Begraafplaats Peneleh atau Makam Peneleh demikian kata orang-orang Surabaya saat ini menyebutnya, merupakan sebuah kompleks pemakaman dengan luas 4,5 hektar yang telah ada sejak hampir dua abad lalu, atau tepatnya tahun 1814. Makam yang hanya berjarak 1,5 km dari pusat kota Surabaya ini tercatat sebagai salah satu pemakaman modern tertua di dunia, konon makam ini lebih tua dari Mount Auburn Cemeterydi Cambridge yang dibuat pada 1831 dan Arlington National Cemetery yang dibuat pada 1864 di Washington DC.

Hal ini semakin menarik dengan kontruksi dimana pada saat itu pembuatan kompleks pemakaman sudah dipikirkan dengan demikian matang dan dirancang dengan indah, serta tertata rapi. Letak Makam Peneleh tak jauh dari Kalimas yang kesohor sebagai jalur transportasi terpenting di masa pemerintahan kolonial pada masa itu. Letak makam ini berada di Jalan Makam Peneleh, Surabaya. Di sebelah barat makam ini terdapat Kalimas, dan di sebelah timurnya terdapat Kali Pegirikan. Pada saat pertama kali dibuat, Makam Peneleh berada di area yang terisolir. Satu-satunya akses masuk ke makam ini adalah melalui Sungai kalimas, saat itu pintu makam hanya berjarak sekitar 100 meter menghadap ke sungai tersebut. Pada tahun 1900-an, saat Belanda membangun Jembatan Peneleh yang membuka akses ke kawasan Peneleh, jalan menuju makam baru dapat dilalui dengan mudah.

Kompleks pemakaman Belanda ini selain begitu tertata-nya pengaturan makam-makam yang ada di dalamnya, juga pada setiap makam memiliki nomor urut serta ditempatkan sesuai blok-nya. Masing-masing makam memiliki identitas jenazah, di beberapa makam juga dilengkapi dengan silsilah yang ditulis dalam bahasa Belanda. Di dalam pemakaman ini juga terdapat patung-patung bergaya Romawi, Ornamen bergaya gothic, serta Krematorium.

Dimakam ini terdapat banyak nisan orang Belanda yang dimakamkan disini, beberapa nama pada nisannya dengan jelas terbaca seperti HF de Senerpont yang lahir pada 17 Desember 1811 dan meninggal pada 31 Desember 1891, atau Johan Cornelis de Wit yang nisannya telah retak, ada juga makam Residen Surabaya yaitu Daniel Francois Willem Pietermaat. Pejabat pemerintah Hindia Belanda pada masa itu, Gubernur Jenderal Pieter Merkus yang meninggal pada 2 Agustus 1844. Seorang pendeta bernama Martinus van den Elsen, komandan perang Indochina, Neubronner van der tuuk, pilot pertama di Hindia Belanda Rambaldo, suster kepala Ursulin di Surabaya Moeder Louise, suster kepala Ursulin di bogor, Mere Aldengonde, Letnan J Welter, wakil kepala Mahkamah Agung, PJN de Perez, dan arsitek Ibrahim Simon Heels Berg.

Pada masa itu prosesi pemakaman dilakukan secara massal, dimana Jenazah diangkut dengan memanfaatkan jalur Sungai Kalimas, kemudian setelah sampai ke daratan, jenazah diangkut menggunakan kereta kuda. Disini jumlah kuda merupakan status sosial jenazah dari orang yang meninggal tersebut. Apabila semakin banyak kuda yang menarik kereta jenazah, berarti semakin tinggi derajat sosial orang yang meninggal. Begitu jenazah datang, lonceng perunggu yang saat itu berada di Pelabuhan Peneleh akan dibunyikan sebagai tanda bahwa jenazah telah datang dan pelayat bisa bersiap untuk mengantar ke “peristirahatan” terakhir.

Wisatawan yang hobi fotografi, Makam Peneleh merupakan salah satu tempat yang tepat untuk melatih kemampuan fotografi. Makam-makam kuno berukuran besar yang terdapat di area pemakaman Peneleh ini sangat artistik untuk menjadi objek foto. Banyaknya pepohonan yang tinggi besar akan membuat suasana pekuburan ini menjadi semakin “hidup”.

Mengunjungi kompleks Makam Belanda Peneleh, wisatawan dapat mengambil pelajaran yang bisa dipetik. Paling tidak kita bisa mengerti bagaimana penghormatan terakhir terhadap kepada orang yang sudah tiada diperlakukan.

How to Get There:

Untuk menuju tempat ini, dari Terminal Bungurasih, wisatawan dapat menggunakan bis kota jurusan Jembatan Merah. Kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan angkutan kota menuju Keputih. Wisatawan dapat menentukan tempat pemberhentian kepada sopir untuk diturunkan di Makam Peneleh. Makam Peneleh ini tak jauh dari Puskemas Peneleh, sehingga akan lebih mudah menemukannya. Sebagai patokan, wisatawan akan menjumpai pada pintu masuk Makam Peneleh tanda berupa papan kayu lusuh bertuliskan “Makam Belanda Peneleh”. Di atasnya ada tulisan Dinas Pertamanan, instansi yang menangani kompleks makam tua ini.

Tempat Terdekat:

Monumen Pers Pejuangan Surabaya

Hotel Yamato

Tugu Pahlawan

Monumen Kapal Selam Surabaya

Hotel Terdekat:

Hotel Ibis Rajawali

Twin Hotel

FaveHotel Mex Building

Peta Lokasi:

View Large Map

 

Komitmen kami untuk memberikan informasi, tips, dan panduan wisata untuk Anda sekalian, Namun demikian pemeliharaan website ini tidaklah murah, maka apabila Anda memesan hotel silahkan klik link hotel yang ada di halaman ini untuk membantu kami terus dapat memberikan informasi serta panduan wisata yang lebih menarik lagi. Dan juga sarankan kami di twitter dan facebook.

Incoming search terms:

  • makam peneleh
  • makam peneleh surabaya

Mau Liburan Murah? Pastikan Hubungi Kami!
Tour Murah Panduan Wisata. Telp: +62.85.101.171.131. Pin BB: 5BF4C2B4

Tags: , , , , , , , , , , ,